musik antariksamusik antariksa

Musik antariksa menjadi bagian dari misi NASA. Musik selalu menemani kehidupan manusia di bumi. Namun, siapa sangka musik juga berperan penting di luar angkasa? Sejak era Apollo hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), musik antariksa menjadi bagian dari misi NASA. Lagu-lagu dipakai untuk menjaga semangat, membantu relaksasi, hingga menjadi simbol komunikasi budaya.


Musik dalam Misi Apollo

Pada 1960–1970-an, astronot Apollo membawa kaset berisi musik favorit mereka. Lagu country, pop, dan klasik rock sering terdengar di modul komando.

  • Apollo 11 (1969): Buzz Aldrin dan Neil Armstrong mendengarkan Fly Me to the Moon yang kini ikonik.
  • Apollo 15 (1971): kru memainkan Thus Spoke Zarathustra (tema film 2001: A Space Odyssey) sebagai penghormatan sinematik.

Menurut arsip NASA, musik saat itu memberi rasa “normal” di tengah kesunyian luar angkasa.


Wake-Up Songs NASA

Sejak era Shuttle, NASA punya tradisi unik: wake-up songs. Lagu diputar setiap pagi melalui komunikasi misi untuk membangunkan astronot.

  • Lagu sering dipilih oleh keluarga astronot atau tim misi.
  • Bisa berupa musik pop, country, bahkan soundtrack film.
  • Contoh: Here Comes the Sun (The Beatles), What a Wonderful World (Louis Armstrong), hingga Start Me Up (The Rolling Stones).

Tradisi ini menjadi cara NASA menjaga semangat dan koneksi emosional antara kru dengan bumi.


Musik di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

Di ISS, astronot punya akses digital ke ribuan lagu melalui pemutar musik portabel. Spotify bahkan pernah membuat playlist khusus bertema luar angkasa.

Astronot menggunakan musik untuk:

  1. Relaksasi: musik klasik atau ambient untuk tidur.
  2. Olahraga: rock, hip hop, dan EDM untuk treadmill dan latihan beban.
  3. Motivasi: lagu-lagu anthem yang memberi energi saat bekerja.

Billboard mencatat bahwa beberapa astronot memilih lagu dengan tema eksplorasi, seperti Rocket Man (Elton John) atau Space Oddity (David Bowie). Bahkan Chris Hadfield, astronot Kanada, sempat merekam cover Space Oddity langsung di ISS.


Musik Sebagai Komunikasi Budaya

Musik juga berfungsi sebagai bahasa universal di luar angkasa. Dalam misi multinasional di ISS, lagu dari berbagai negara diputar bergantian.

  • Astronot Rusia membawa musik tradisional Slavia.
  • Astronot Jepang memilih J-Pop atau enka.
  • Astronot Amerika sering mendengarkan country dan rock klasik.

Ini menciptakan harmoni lintas budaya meski sedang berada ratusan kilometer dari bumi.


Masa Depan Musik Antariksa

Dengan rencana misi ke Mars dan bulan berikutnya, musik akan tetap menjadi bagian penting:

  • Playlist personal: disiapkan untuk menjaga kesehatan mental astronot dalam perjalanan panjang.
  • Teknologi VR + musik: menghadirkan konser virtual di luar angkasa.
  • Eksperimen ilmiah: NASA meneliti apakah musik bisa membantu konsentrasi astronot dalam kondisi gravitasi nol.

Menurut Scientific American, musik terbukti membantu mengurangi stres psikologis astronot dalam misi jangka panjang.


Kesimpulan

Musik antariksa membuktikan bahwa lagu bukan sekadar hiburan. Bagi NASA, musik adalah alat motivasi, relaksasi, hingga simbol budaya di luar angkasa. Dari kaset Apollo hingga playlist digital di ISS, musik selalu menjadi bagian perjalanan manusia menembus kosmos.

Dan mungkin, ketika manusia pertama kali menginjakkan kaki di Mars, musik akan kembali menjadi saksi sejarah, sama seperti Fly Me to the Moon di Apollo 11.